My Mama always said you've got to put the past behind you before you can move on. -forrest gump-

Wednesday

DONE!

Kupang 1 April 2015


 I am done!

Friday

Mereka panggil dia David


Ruangan pengap itu membuatmu menangis keras
Suara marah melayangkan anganmu lebih tinggi
Tatapan tajam kau balas sendu. Kosong.
Mereka hanya bingung, dear David.
Mereka hanya tidak tau, dear David.
Mereka hanya belum paham, dear David.
Aku bertanya pada mereka.
Ingin rasanya memelukmu. Tidak ada kesempatan.
Mereka bilang kamu jenius hanya saja banyak bermimpi.
Mereka bilang kamu ramah hanya saja terlalu diam.

Dear David, kamu ada karna harus ada.
Dear David, jangan merasa terbuang.
Dear David, kamu terlalu berharga untuk merasa tidak dicintai.
Dear David, jangan takut. Kamu hanya sedang belajar berhadapan dengan hidup keras diluar sana.
Dear David, maaf tidak pernah memelukmu.
Dear David, entah kapan kita bertemu lagi.
Dear David, jangan lagi Ku dapati kau menangis dalam ruang gelap itu.

Dear David, tolong jangan menangis lagi. Beri aku senyum kikukmu. Jesus loves you dear David. Jangan nangis lagi ya..



(David, murid grade 1. Anak hasil pemerkosaan seorang kakak pada adik perempuannya. Dibuang ketika dilahirkan, saat ini tinggal di panti asuhan)

Thursday

Pemanasan itu penting!!

"Makanya jangan lupa pemanasan"
Kalau diingat-ingat kayanya saya sudah cukup pemanasan kemaren, saya rasa ini karna lumayan lama saya tidak melakukan TRX makanya otot seperti kaget lagi. 



Apa sih TRX?
Latihan TRX diciptakan oleh seorang anggota Angkatan Laut AS, Randy Hetrick. Ide latihan ini muncul ketika ia tinggal di dalam kapal selam dan tidak memiliki peralatan latihan, serta terbatasnya ruangan untuk berlatih. Ia kemudian menggunakan sebagian dari perlengkapan parasut dan sabuk karate untuk membuat sebuah prototip TRX, yang bisa kita lihat pada zaman sekarang.

Sunday

Jalan saja, Tuhan pasti tolong


Rote Timur, jumat 6 februari 2015



Hujan lebat menyambutku siang tadi, kapal mulai akrab dengan beton kokoh dilautan. Kapal berlabuh. perjalanan pertamaku ke pulau ti'i langga ini, semua serba tiba-tiba. Keputusan terbulat tanpa ragu-ragu. Entah mengapa tidak ada sedikitpun ketakutan untuk berkata 'ok, saya gabung'.
Trail putih menjemputku, menerobos hujan yang enggan berhenti walau sejenak. Basah, kuyup, sudah pasti, namun mata terbuai dengan hamparan hijau padang, hidung dimajakan aroma hujan..hmmmmm wangi rumput tak tergantikan.
1jam, sampai juga dirumah tempat kami tidur. 8 pasang mata mengawasiku melewati pintu. Rumah ini sedikit pengap, maklum saja jika hanya ada para lelaki disini. Aku melongo ke dalam kamar yang akan saya tempati, not so bad. Hanya berantakan dan tak terurus. Oke, sebaiknya mulai ganti baju dan berkenalan dengan jejaka-jejaka ini.
Seorang wanita muda datang dan berkenalan, namanya nita, dia juga salah satu calon pengajar bersama-sama aku nanti. Mulai saling cerita, ditemani kopi hitam manis dan sepiring sukun goreng. Menyenangkan.
Hari mulai sore, kami pergi ke lokasi sekolah dan terus melaju menuju pantai. Satu kata yang keluar adalah 'widiiiiihhhh'. Pasir putihnya seolah melambai memanggilku, 'heyyyy elta, kemari..letakkan kakimu di atasku'. Aku langsung membuka sendalku, menggantungnya bersama ranselku dan mulai berjalan pelan di antara butiran pasir yang dengan ramah mengijinkan kakiku terbenam didalamnya. Ku hirup dalam-dalam angin sore pantai Oesosole, membiarkan udara itu menguasai dadaku. Dua bocah tertawa riang di pelukan air jernih, menemani sang ibu yang sibuk menghamparkan untaian tali panjang dengan ikatan-ikatan kecil rumput laut. Perempuan tegap ini sedang mencari nafkah untuk keluarganya. Luar biasa.  Aku coba membantu, amatiran memang tapi setidaknya ini pengalaman baruku ikut terlibat budi daya rumput laut. Kami bermain-main sejenak, memanjakan kaki dan lutut yang sudah ikut basah. Terimakasih Tuhan untuk alam indah ini.
Ka john memanggil kami untuk kembali ke rumah, hari mulai gelap. Cahaya jingga perlahan pudar dari langit. Trail melaju menuju rumah. Hari pertama sangat mengesankan, masih ada hari kedua, ketiga, keempat, dan seterusnya. Aku tetap saja berjalan, Tuhan sudah bawa ketempat ini, terserah Tuhan mau diapakan lagi aku. Yaahh seperti bejana yang siap dibentuk..aku ikut saja perintah Bos diatas

Tuesday

aku, mataku dan betina lapar

Mungkin aku harus tinggal dan menjadi penonton bisu, sampai otak ini bosan dengan sendirinya.. Ataukah Aku harus pergi bersembunyi dan mengintip dari kejauhan..berkompromi dengan hati. Ahh lemah!!
Hidup, bukan perkara Asmara yang aku resahkan. Kepala ini lebih sedang sakit memikirkan Isi kantong untuk esok hari. Hanya saja perihal cinta selalu bikin jantung sejenak berhenti. Menyedihkan!

Betina lapar menggali sekitarku, aku semakin kenal wujudnya. Dia pasti mencari dimana kusimpan lagi mataku. Pernah sekali dicakarnya, terluka..masih sakit hingga kini. Obat apa yang cocok untukku? Sulit dicari. Aku masih merasa sakit.
Mata ini bergerak semaunya, haruskah Ku buang saja? Atau kuberi pada betina lapar itu, biar tenang perutnya. Mungkin betina lapar lebih butuh mataku daripada aku..mungkin.
Aku dan dunia kecilku tidak butuh dikasihani, kami butuh disayangi. Kami tak ingin tangan yang menyentuh kepala dengan enggan, yang juga mengelus tangan kosong diseberang sana. Tak perlulah.
Kalau saja..ah biarlah ini semua jadi butir2 jagung kecil di setapak otakku. Kalau suatu waktu hilang dimakan burung, mungkin sudah saatnya jalan itu bersih. Pendaki yang akan datang tentu lega dengan setapak bersih didepannya.
Ini hanya tentang waktu. Itu saja.

Wednesday

they will never make me cry!

Animal instinct nya cranberries udah 3 Kali diputer..ngehelah otak saat ini. Antara lega, marah, sedih atau apalah..rasanya pengen nendang, mukul atau aaahh taulah!!
Selalu ada suara kecil yang bilang 'he is not the one', tapi penyangkalan selalu lebih menang. Tapi mata Tuhan melihat maaannn!! Hahaahha yang benar selalu benar, yang salah ya selalu salah. Waktu Tuhan kita gak pernah tau, bisa sekarang di kasih pentunjuk bisa jg nanti. Entahlah..
God is good for me...ditengah campur aduknya perasaan, selalu ada dia..si Bocah kecil gw. Amazing yah Tuhan itu. Selalu tepat waktu. Ya sudahlah..seperti lirik lagu, cikar kanan cari laen!! Adiosss!!

Tuesday

sikeras kepala dan kepala lembek

Pagi ini kepala terasa penuh. terdengar seperti pasar ikan. semua berteriak. manusia kecil pemberani itu tidak ada..teringat pada sosok yang datang dengan bayangan warnawarni dibelakangnya, saya berusaha sedikit mengintip dari celah lengannya, bayangan itu memegang  pundaknya.Entahlah, saya sedikit berani untuk tersenyum, sosok itu kembali tersenyum. Mulailah kami berjalan bersama, banyak sekali lebah berdengung dikuping saya, mereka sepertinya benci saya. Entahlah. Tangannya mengulur, saya sambut dengan hangat. Masih saja bayangan warnawarni itu memegang pundaknya. Saya merasa tersisih.
Pernah ada suatu waktu saya menendang tangannya, jauh. Mungkin karna cemburu, entahlah.
Tangan itu kembali berusaha menggenggam tangan saya. Bayangan warnawarni itu masih ada. Saya masih saja merasa tersisih.
aaaahh....kenapa juga saya tersenyum padanya? buat apa? bersentuhan hanya membuat merasa tersisih. Entahlah. Saya merasa selalu tersisih.
Ada kata harapan, tapi entahlah saya sudah seringkali merasa tersisih. Entahlah, apa ini saya atau kepala ini terlalu berekspetasi..Entahlah. Selalu saja tersisih.
Semua terasa ujian katanya. benarkah? bukankah saya yang sedang belajar? harusnya saya yang merasa diuji. Harga diri dirasa rendah, berbalik dengan cepat, berjalan tanpa menoleh. hey sosok yang saya sayang, kamu tidak akan pernah paham. Sebaiknya memang saya tidak lagi mencoba tersenyum padamu. Saya bukan pelajar yang tahan banting. 
Bayangan warnawarni itu tidak pernah beranjak, tidak akan pernah. Kamu terlalu erat menahannya dengan pundakmu. Kalian teruskan saja berjalan, toh tangan saya kau genggam ketika kepalamu sedang tertidur. Kamu bahkan tidak sadar saya telah begitu jatuh cinta. kamu tidak tau dan tidak pernah tau. Entahlah...
Maaf karna mengerutkan dahimu, bayangan itu pasti selalu membuatmu tersenyum.
Saat ini kamu pasti hanya tersenyum, merasa yaaa sudahlah..tidak berat melepas tangan saya. saya hanya bayangan kosong dimatamu. Jangan lg merasa terganggu. Saya tidak akan lagi datang membuat ribut. 
Entah ini terasa biasa atau menyedihkan, entahlah. 
Saya dan dunia saya. Permata berkilau yang tidak pernah melepas tangan saya..dia yang selalu ada untuk saya. Terimakasih adolf, kamu sungguh pemberani.